Mengulik Sinopsis Novel "Hujan" Karya Tere Liye


Tere Liye adalah penulis populer asli Indonesia yang banyak menerbitkan novel dan cerpen. Ia berasal dari pedalaman Sumatra yang berpotensi sebagai akuntasi.  Darwis Tere Liye telah menghasilkan belasan novel, dan beberapa telah diangkat ke layar lebar. Menulis baginya hanya sekedar hobi, pengisi waktu luang.

Salah satu karya novelnya yang menjadi best seller adalah "Hujan" yang diterbitakn pada tahun 2016, novel yang berjumlah 320 halamn ini memperoleh ratung 4,38 dari 5.

 

Sinopsis Novel “Hujan” Karya Tere Liye


Berawal dari pertemuan Lail dengan Elijah disebuah ruangan terapi. Lail menemui Elijah hanya untuk tujuan ingin menghapus ingatannya tentang hujan. Lail sangat ingin melupakan hujan, baginya hujan selalu turun dimasa tergelapnya.

 

Delapan tahun yang lalu, 21 Mei 2042. Bayi sepuluh miliar lahir ke dunia. saat itu pertambahn penduduk bumi tidak dapat lagi dibendung, ketika dunia sedang mencari jalan keluar permasalahn merebaknya orang-orang di bumi ditambah krisois air yang mencekik, tiba tiba alam menyediakan solusinya tersendiri.

 

Letusan gunung Purba terjadi dengan sangat dahsyat, menyemburkan material vulkanik setinggi 80 km yang menghancurkan apa saja dalam radius ribuan km. Suara letusan terdengar sampai jarak 10.000 km. Letusan itu tak disangka berhasil mengurangi jumlah penduduk di dunia hanya dalam waktu hitungan waktu.


Lail yang waktu itu masih berusia 13 tahun, mendadak sebatang kara. Kedua orang tuanya meinggal dalam kejadian yang terlupakan oleh dunia. Takdir membawa lail bertemu dengan Esok. Laki laki yang menyelamatkanny dari reruntuan tangga kereta api bawah tanah. Esok masih berusia 15 tahun sat itu.


Esok sudah lama kehilangn ayahnya, dan setelah bencan itu, Esok pun kehilangan ke-4 kakanya. sementara ibu Esok mengalami luka yang cukup parah, sehingga kedua kakinya harus diamputasi.


Esok adalah anak yang cerdasdan baik hati. Ia dan lail berteman sangat dekat semenjak kejadian itu, Esok pun menjadi seorang kakak utnuk Lail, yang kelak ia aakan menjadi sosok yang sangat berharga untuk lail

 

suatu hari ada kabar Esok akan diadopsi oleh orang kaya, hal itu membuat LAil sedih. Mereka harus berpisah, entah kapan akan bertemu lagi, tak ada yang tahu pasti. Semntara Lail masuk ke panti soisal, tempat perempuan anak anak seusiannya. di panti sosial inilah Lail bertemu dengan Maryam, gadis kecil yang akan menjadi sahabat baik Lail.

 

Dengan tegar Lail menjalani hidupnya, waktu berlalu begitu cepat. Hari berganti hari, Iklim pun terus berubah. Lail beranjak tumbuh dewasa, sambil menerka nerka kan kemana ujung kisah hidupnya akan bermuara.

 

Segala pahit manis kehidupan telah dilaluinya, berjuta memori mengisi hari hari Lail. Tentang kebahagiaan, tentang cinta, tentang hujan. Semuanya berkelanyut dikepala Lail, berkeliling, menambah kalut pikiranya. Bak benang kuat, susah untuk dibenahi. Membuat Lail sedih, bingung dan merasa sesak, yang akhirnya Lail nekat menemui dokter ahli saraf untuk menghapus sebagian ingatannya, yakni ingatannya tentang hujan, terutama tentang Esok.


Nah itu lah sekilas Sinopsis Novel "Hujan" karya Tere Liye. Tertarik untuk membaca ?

 

0 Komentar